Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Mei 2010

Merindukan Pemimpin Berjiwa B.A.T.I.K.

PEMIRA: Pemilihan Umum Raya mahasiswa. Sebuah proses pemilihan kepala roda pemerintahan mahasiswa di sebuah perguruan tinggi termasuk STAIN Pekalongan. Karena dalam sebuah pemerintahan mahasiswa terdapat organisasi tinggi pelaksana pemerintahan mahasiswa yakni Dewan Eksekutif Mahasiswa. Perlu dalam pemilihan diberikan beberapa persyaratan yang hanya akan dipenuhi oleh segelintir orang yang dirasa mau, mampu, dan diinginkan oleh mahasiswa.


Bisakah Anda bayangkan bila kita hidup tanpa kepala? Atau hidup dengan kepala yang sakit? Seluruh badan akan terasa tidak karuan, makan tidak enak, tidur tidak enak pula. Maka kita perlu memilih kepala, karena kepala harus ada dalam setiap tubuh, dan harus sehat. Untuk apa kita memilih kepala yang namun ternyata tidak genah. Kepala harus tetap sehat, agar bisa berpikir tidak hanya untuk dirinya tetapi juga untuk anggota-anggota yang ada di bawahnya.
Saat ini kita sedang dalam masa-masa pemilihan pemimpin di kampus STAIN Pekalongan. Setelah sukses pelaksanaan pemilihan Ketua STAIN Pekalongan yang baru, tiba selanjutnya pemilihan para pemimpin-pemimpin muda yang akan membawa organisasi kemahasiswaan yang mereka pilih. Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiyah dan Syariah. Bahkan pemimpin Unit Kegiatan Mahasiswa mengiringi pemilihan umum raya mahasiswa. Inilah dinamika kampus yang perlu kita ikuti karena dalam hal itu semua terdapat banyak sekali experience yang akan sangat berguna nantinya ketika kita turun di masyarakat. Sebagaimana pepatah yang mengatakan “Pengalaman adalah guru yang terbaik”.
Calon-calon pemimpin muda telah dipersiapkan. Kita sebagai mahasiswa tidak mau merelakan pemerintahan ini dipegang oleh pihak-pihak yang memiliki visi-misi yang tidak sesuai dengan visi-misi kampus. Kita merindukan sosok Pekalonganese yang tidak jauh dari B.A.T.I.K. siapakah pemimpin yang kita rindukan tersebut? B.A.T.I.K (Berjuang, Agamis, Toleran, Ikhlas, Komunikatif) adalah 5 kunci dari puluhan kunci sukses seorang pemimpin terutama di kalangan mahasiswa.


BERJUANG

Pemimpin perlu memiliki sifat berjuang demi kemaslahatan mahasiswa. Kita ambil contoh, sebagai ketua DEMA, maka setidaknya ia memberikan perjuangannya untuk para organisasi-organisasi di bawahnya, misalnya UKM. Salah satu faktor keberhasilan UKM adalah hubungan baik antara UKM dengan DEMA. Maka perlu sekali DEMA menjadi mitra terbaik UKM sehingga kegiatan-kegiatan yang diterbitkan oleh UKM akan semakin berkualitas dan semakin banyak diminati. Bila hubungan di antara keduanya tidak sebagaimana mestinya, maka cukuplah sudah UKM akan sedikit peminat dan tentunya kegiatan kemahasiswaan akan hilang begitu saja.
Perjuangan yang dilakukan oleh pemimpin ini menjadi satu kunci yang tidak hanya diletakkan dalam hati, tetapi perlu diimplementasikan dalam tindakan yang nyata. Bentuknya pun berbeda sesuai dengan porsinya masing-masing. Alangkah indahnya bila pemimpin mau dan mampu berjuang, akan tumbuh semangat di hati para bawahannya sehingga organisasi yang dijalankan akan berjalan sesuai dengan yang diinginkan dan tentunya menuju kepada kualitas yang tidak kalah saing dengan kampus-kampus lain.


AGAMIS

Kampus ini adalah kampus yang dikatakan sebagai perguruan tinggi agama Islam, maka image yang ada di dalam masyarakat adalah setiap mahasiswa selalu berpedoman pada ajaran agama Islam dan juga akhlaknya tidak jauh dari akhlak Islam. Realita yang ada bisa Anda bayangkan sendiri. Namun, yang perlu ditekankan adalah konsistensi dalam beragama. Seratus persen mahasiswa STAIN Pekalongan berstatus beragama Islam. Oleh karena itu, tentunya dalam berorganisasi pun agama perlu dijadikan landasan kuat sehingga organisasi dapat dibawa ke arah yang lebih jelas.
Ketika seorang pemimpin yang konsisten terhadap agamanya, yakni Islam, maka kita yakin akan sangat baik citra setiap pemimpin tersebut dan dampaknya akan membawa kepada syiar Islam yakni dengan cara berorganisasi. Tidak hanya diri pribadi, tetapi organisasi yang dibawa akan menjadi baik di mata mahasiswa dan masyarakat dan tentunya nama kampus pun menjadi simbol utama di masyarakat.


TOLERAN

Basic yang dimiliki oleh para calon pemimpin adalah sama, yakni Islam. Namun biasanya memiliki ideologi masing-masing yang berbeda satu sama lain. Sebut saja langsung para calon pemimpin aktif dalam organisasi Islam misalnya NU, Muhammadiyah, dan lain sebagainya. Maka perlu sifat toleransi yang penuh kepada setiap para calon yang akan membawa organisasinya ke arah yang sesuai dengan basic kita bersama.
Meskipun berbeda, seharusnya perbedaan itu yang menjadi kunci utama dalam keberhasilan sebuah komunitas. Sebagaimana analogi yang disampaikan Maulana Habib Luthfy bin Yahya: "... kita akan menemukan kekaguman, ilmullah yang ada di dalam musik, di antara notnya itu hanya ada 7; do re mi fa sol la si do, do si la sol fa mi re do. Sedangkan oktafnya ada 7, suara miringnya 5, jadi ada 12. Yang memakai adalah di seluruh dunia, dan mengeluarkan lagu yang beragam. Ketika orang mendengarkan musik, mereka bisa menangis dan tertawa, bersedih dan bersuka ria”. Analogi ini merupakan sebuah pandangan yang sesuai dengan perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam organisasi. Bilamana sifat toleran diaplikasikan, perbedaan-perbedaan bukan menjadi hambatan, melainkan sebagai pemicu keberhasilan sebuah organisasi. Oleh karena itu, pemimpin yang toleran akan menjadi teladan para mitranya sehingga ditiru yang nantinya tidak menimbulkan perpecahan hanya karena perbedaan.

IKHLAS

Sulit mendefinisikan kata ikhlas. Sulit pula mempraktekkannya. Namun sekilas, perlu dan penting setiap calon pemimpin memiliki sifat ikhlas membawa amanah ini untuk mahasiswa, masyarakat, dan mungkin bangsa dan negara.


KOMUNIKATIF

Setiap pemimpin sangat diperlukan memiliki sikap yang komunikatif. Baik kepada jajarannya, bawahannya, maupun mitranya. Sehingga terjalin komunikasi yang baik dan tidak ada kesalahpahaman yang mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan. bentuk komunikasi yang dimaksud sangat bermacam-macam, sebagai contoh konkret dalam hal berorganisasi, perlu dialog antar pimpinan kampus, pimpinan organisasi, dan para anggota-anggota di bawahnya. Duduk bersama menyelesaikan masalah tanpa bersusah payah teriak-teriak itu lebih diutamakan. Dengan dialog atau audiensi, masalah akan lebih efektif diselesaikan dan kemungkinan timbul anarkisme akan sangat kecil. Oleh karenanya, pemimpin lebih banyak berkomunikasi dengan pihak-pihak yang bersangkutan agar terjalin korelasi yang baik di antara mereka.
Lima kunci di atas adalah segelintir dari puluhan kunci untuk menggapai kesuksesan para pemimpin. Sebagai mahasiswa, kita rindukan dan sambut pemimpin-pemimpin baru kita di kampus tercinta kita, sehingga kita akan semakin nyaman beraktivitas dan dapat menuangkan ide-ide kita sebagaimana mestinya.

Pekalongan, 13 April 2010

Zidni Daris Salam
Ketua DEMA STAIN Pekalongan 2009-2010

Baca Juga
Skala Moralitas, oleh Iqbal Huda Amanullah

Read More......

Rabu, 28 April 2010

Skala Moralitas Adalah Keharusan

Oleh: Iqbal Huda Amanullah

Masih ingatkah kita akan skandal yang dilakukan oleh seorang seorang pejabat dewan yang berinisial MM? Masihkah kurang pemberitaan tentang banyaknya abdi negara yang tiba-tiba kepergok sedang melakukan tindakan tidak terpuji (mabuk, zina, ngefly)? Masihkah semua itu kurang untuk membuat kita sadar bahwa walaupun setiap orang memiliki hak tetapi mereka memiliki kewajiban kepada Tuhan untuk menghindari perbuatan-perbuatan tindakan tidak terpuji itu? Jika masih merasa kurang, berarti orang tersebut sadar memiliki hak tetapi mereka tidak sadar bahwa mereka memilki kewajiban kepada Tuhan mereka. Mereka meletakkan hak mereka di atas kewajiban mereka. Logikanya, mereka mau uang tetapi tidak mau keluar keringat.


Seperti yang sedang terjadi di negeri kita saat sekarang ini. Ketika Mendagri mendukung skala moralitas haruslah dimasukkan ke dalam undang-undang pemilihan kepala daerah, sebagian orang menentang dengan alasan itu adalah hak warga untuk menjadi pemimpin meski ia adalah seorang pemabuk atau pezina sekalipun.

Ramainya penyanyi-penyanyi dangdut erotis (bahkan ada yang pernah melakukan zina) dicalonkan menjadi kepala daerah adalah indikasi bahwa bangsa ini sedang dikendalikan oleh para perusak yang notabene adalah mereka yang mencalonkan. Betapa tidak? Jika yang dicalonkan seperti di atas, maka berarti partai yang mencalonkan justru sedang melecehkan rakyat. Ibarat jual beli, rakyat sebagai pembeli justru ditawari barang yang cacat dengan kualitas yang buruk pula.

Rakyat memang punya nurani, rakyat memang punya akal pikiran. Tapi apakah tidak cukup banyaknya kasus korupsi dan munculnya markus menjadi bukti bahwa para pelakunya sebenarnya punya nurani dan akal pikiran, tetapi nafsu mengendalikan mereka. Jika demikian, apakah ada jaminan jika mayoritas rakyat negeri ini akan memilih dengan nurani dan akal pikiran mereka? Siapa yang akan menjamin? Bukannya tidak percaya terhadap rakyat, tetapi ini adalah soal pemimpin, ini adalah soal negara.


Belajar Dari Ilmu Jarh wa Ta’dil

Dalam ilmu-ilmu keislaman terdapat satu ilmu yang bernama hadits, dalam sub pembahasannya terdapat ilmu Jarh wa Ta’dil, dari ilmu ini diketahui para perawi hadits yang adil dan yang cacat. Dengan memberikan penilaian terhadap para perawi ini maka dapat diketahui kedudukan suatu hadits, apakah shahih, shahih lighairihi, hasan, atau bahkan justru dlo’if (lemah). Jika setelah diteliti ternyata salah satu perawi adalah seorang yang buruk muru’ahnya (tingkah laku), maka ini mempengaruhi derajat riwayat yang disampaikannya. Lebih-lebih jika hadits yang diriwayatkannya itu tentang muru’ah, maka apakah apakah yang diriwayatkannya akan dipercaya . Uniknya, ilmu ini hanya dikuasai minoritas dari umat Islam, sedangkan mayoritas hanya mengikuti.

Belajar dari ilmu Jarh wa Ta’dil di atas. Maka jika yang menjadi pemimpin adalah seorang penyanyi dan penari erotis, maka apakah bisa dijamin orkes-orkes erotis akan berkurang bahkan hilang dari wilayah yang ia pimpin. Minimal, beranikah calon itu berjanji akan melarang bahkan melenyapkan lokalisasi dan orkes-orkes erotis ketia ia berkampanye?
Nilailah bahwa dukungan Mendagri tidak bermuatan politis, jika tidak mau yang menentangnya disebut sebagai orang yang tidak punya akal dan nurani.

Akhirnya, walaupun rakyat/masyarakat pandai memilih, tetapi mereka juga perlu dibimbing.

Pekalongan, 29 April 2010

Read More......

Kamis, 22 April 2010

Pentingnya Bahasa Inggris Dalam Dunia Pendidikan

Oleh: Zidni Darissalam

Menguasai ilmu pengetahuan adalah sebuah hal yang bisa mengantarkan seseorang untuk meraih kesuksesan. misalnya, seseorang yang menguasai bahasa asing (Ingrris, dsb) dapat meningkatkan karir mereka. kita semua mungkin sudah mengetahui bahwa di setiap aspek baik itu aspek yang terkecil hingga yang terbesar, seringkali menggunakan bahasa asing misalnya bahasa Inggris digunakan dalam hal administrasi, pendidikan, bisnis, komersial dan mungkin saja pemerintah. itulah salah satu peran bahasa asing dalam kehidupan seseorang.


di dalam dunia pendidikan, bahasa inggris berperan sangat penting, termasuk dunia pendidikan Islam. karena dengan bahasa inggris, bisa diartikan bahwa kita telah mendapatkan kunci untuk menguasai ilmu pengetahuan. kita dapat mempelajari ilmu pengetahuan yang menggunakan bahasa pengantar bahasa inggris. sebagaimana kita tahu, beberapa referensi pendidikan Islam menggunakan bahasa pengantar bahasa Arab, misalnya buku tentang kedokteran milik Ibnu Sina, tentang Matematika milik Al Jabar, tentang politik dan sejarah milik Ibnu Khaldun. Buku-buku mereka saat ini diajarkan di negara-negara barat misalnya di Jerman, Inggris, Canada, ataupun Amerika. Sehingga buku-buku mereka yang berbahasa Arab itu telah diadopsi dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Dengan bahasa Inggris, ternyata kita juga dapat bertukar informasi tentang Islam, ilmu pengetahuan, ataupun keduanya yang lebih dikenal dengan Sains Islam. Dan juga kita dapat berdakwah dengan menggunakan tulisan-tulisan seperti artikel ataupun menyusun buku dalam bahasa Inggris berisikan kajian Islam, kemudian kita publikasikan ke dalam internet. sebagaimana kita tahu internet sangatlah efektif dalam menyebarkan informasi. Dan bahasa yang sering digunakan dalam internet adalah bahasa Inggris. Sehingga hal tersebutlah yang menjelaskan bahwa bahasa Inggris itu sangat penting dalam dunia pendidikan termasuk pendidikan Islam.

Menurut Zuliati, dosen bahasa Inggris di IAIN Sunan Ampel Surabaya, di dalam blognya beliau mengatakan bahwa bahasa Inggris dalam dunia pendidikan Islam adalah termasuk sebuah media komunikasi untuk berdakwah ke seluruh dunia terutama dunia Barat seperti Amerika dan Eropa. Kita tetap mempelajari Islam dengan menggunakan bahasa aslinya yaitu bahasa Arab, setelah itu kita dapat menyebarkan ke orang-orang non muslim.

Bahasa Inggris ternyata juga dapat digunakan dalam kondisi yang rawan. dalam hal ini misalnya bila terdapat seseorang atau beberapa orang non muslim Barat yang mengalami kesalahpahaman dalam mempelajari agama Islam, dan mereka tidak ataupun kurang memahaminya, kita dapat membantu mereka dengan memberikan penjelasan tentang Islam dengan menggunakan bahasa Inggris.

dalam dunia pendidikan, masih terjadi beberapa hambatan dalam mengajarkan bahasa Inggris terutama dalam pendidikan Islam. menurut saya, masih kurangnya kesadaran peserta didik untuk mempelajari dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua atau bahasa asing mereka. hal ini masih dikarenakan bahasa inggris itu sebagai suatu pelajaran yang menakutkan. bagaimanapun, kita harus mengubah image itu sehingga bahasa inggris menjadi sebuah momok yang menyenangkan. bagaimana caranya?

saat ini, ada beberapa pengajar yang masih menggunakan metode ceramah dalam mengajarkan bahasa Inggris. oleh karena itu, cara-cara seperti perlu diubah sehingga peserta didik lebih tertarik kepada bahasa Inggris, misalnya sering menggunakan metode permainan, mengadakan music club, menyanyi bersama dengan lagu-lagu yang menggunakan bahasa Inggris, ataupun menonton film yang menggunakan bahasa Inggris setelah itu dibahas isi dari film itu dengan menggunakan bahasa Inggris.

wal akhir, disini dapat disimpulkan bahwa dengan bahasa Inggris kita dapat mempelajari ilmu pengetahuan, baik itu ilmu pengetahuan umum ataupun sains Islam. dengan bahasa Inggris pula kita dapat turut serta dalam perjuangan dakwah Islam, baik itu di negara kita sendiri atau negara-negara yang penduduknya masih banyak non muslim.

Harapannya, kita semua tak henti-hentinya selalu memohon kepada Allah sehingga diberi kemudahan dalam mecari ilmu.

Read More......

Amal Islami

Oleh Iqbal Huda Amanullah

Hidup adalah pertaruhan bagi manusia untuk memilih antara yang haq dan bathil, memilih antara beriman atau kafir. Ketika hidup manusia dihadapkan kepada dua pilihan tersebut, kebenaran kah yang akan dia ambil atau justru kebatilan?.


Secara fitrah manusia diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk beribadah (menyembah) Nya.
”Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)

Tapi sayang, penyembahan/peribadahan tersebut dipahami umat Islam dalam arti sempit. Umat Islam masih memahami penyembahan itu dalam arti ibadah ritual saja, seperti sholat, zakat, puasa, dan haji. Lebih dari itu, kebanyakan dari umat ini memahami ibadah pada sebatas mencari nafkah, menghibur orang lain (red-yang sesuai syari’at), amal bakti sosial dsbnya.

Memang hal-hal di atas adalah ibadah. Tapi lebih dari itu berbuat untuk agama ini juga ibadah. Pembelaan terhadap agama ini adalah ibadah, baik dalam bentuk tulisan, lisan ataupun aktivitas konkrit. Seorang penulis akan menulis tulisan-tulisan yang akan membela agamanya, seorang sastrawan akan membuat puisi-puisi yang menggugah semangat keislaman, seorang da’i akan aktif berda’wah dalam rangka menyampaikan al-haq (kebenaran).

Tapi sungguh ironi. Umat ini terpecah belah, hingga harus beramal untuk meninggikan kelompoknya saja. Seseorang berdakwah hanya untuk mencari pendukung bagi partainya, kelompoknya bahkan untuk mendukung pemahamannya. Dan disadari atau tidak disadari, kita terlalu sibuk dengan perbedaan yang ada di antara kita. Kita sering ribut hanya karena qunut pada sholat shubuh, perbedaan raka’at dalam shalat tarawih, kita juga sering ribut hanya karena fanatik kelompok yang justru tidak jelas ujungnya.

Islam ini bukan milik kelompok hijau atau biru, bukan milik yang berjas atau berjubah, bukan pula milik yang berkopyah hitam atau putih. Tapi Islam adalah milik umat ini, umat yang meyakini laa ilaaha illaLLAH Muhammad Rasulullah (tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah). Umat yang mengakui Al-Quran sebagai kitab suci dan pedoman hidupnya. Dan umat yang bersatu untuk meninggikan Islam. Allah Ta’ala berfirman,

”Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, ”Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata, ” Kamilah penolong-penolong agama Allah.”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir, maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.” (Ash-Shaff: 14)

Perseteruan antara Haq dan BathilSiapapun orangnya pasti akan mengatakan bahwa kebenaran adalah lawan dari kebathilan, cahaya lawan dari kegelapan, dan syaitan adalah musuh orang-orang beriman.
”Sesungguhnya syaithan bagi kalian adalah musuh, maka jadikanlah ia musuh.” (Fathir: 6)

Yang perlu disadari, ternyata syaithan tidak hanya yang tidak tampak (iblis, jin dsnya), tapi juga berwujud manusia, dan justru syaithan berwujud manusia inilah yang tidak kita sadari bahwa mereka ada di sekitar kita. Mereka mengucapkan kata-kata yang memojokkan Islam. Di media massa mereka menulis tulisan-tulisan yang melecehkan Allah, Rasul dan Islam. Mereka dari kalangan orang-orang kafir dan orang-orang munafiq.

Persatuan umat Islam adalah solusi dalam menghalau mereka, musuh-musuh kita. Kita memerlukan para penulis handal yang membela Islam dengan tulisan-tulisannya. Kita memerlukan para cendekiwan dan ilmuwan yang membela Islam dengan argumentasi-argumentasinya. Kita memerlukan para da’i yang ikhlas berdakwah karena agamanya, bukan karena dunia atau kelompoknya. Kelompok-kelompok atau ormas-ormas Islam yang ada hanyalah wadah bagi seorang mukmin untuk menyalurkan pembelaan dia terhadap agama ini.

Orang-orang beriman adalah satu tubuh. Orang-orang Islam adalah satu bangunan. Satu sama lain saling mengokohkan. Seorang mukmin akan peduli kepada mukmin yang lain. Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Sallam bersabda,
”Man lam Yahtam bi amril Mu’minin falaisa minhum (Barangsiapa yang tidak peduli dengan urusan orang-orang beriman, maka bukan termasuk golongan mereka).”

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman,”Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu sekalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, dan janganlah kamu sekalian mati kecuali dalam keadaan sebagai orang-orang Islam. Dan berpegang teguhlah kepada tali Allah (Al-Qur’an dan As-Sunnah) dan janganlah bercerai-berai. Dan bertaqwalah kamu sekalian agar kalian dirahmati (oleh-Nya).” (Ali Imran: 102-103)

Dus, orang beriman adalah orang yang berpegang teguh kepada tali Allah yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah dan umat yang tidak berpecah belah.Akhirnya, Mari kita tinggalkan ta’ashshub hizbiyah (fanatisme golongan) yang ada pada diri kita karena umat Islam adalah umat yang satu. Umat yang tidak bisa dipisahkan oleh letak geografis, nama bangsa dan ras. Kita adalah umat yang disatukan dan disaudarakan karena keimanan kita.

Read More......

  © Blogger templates 'Sunshine' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP